Artikel Hukum
Panduan praktis seputar pembuatan akta, legalitas bisnis, perpajakan, dan hukum pertanahan untuk membantu keputusan Anda.
Penerimaan Warisan dengan Hak Istimewa (Beneficiaire Aanvaarding) untuk Menghindari Utang Pewaris
Ragu apakah utang pewaris lebih besar dari hartanya? Gunakan Hak Istimewa untuk membatasi tanggung jawab utang hanya sebatas nilai aset warisan.
Menolak Warisan (Verwerping): Syarat, Prosedur, dan Konsekuensi Hukumnya
Anda berhak menolak warisan jika utang pewaris lebih besar dari asetnya. Penolakan ini membebaskan Anda dari kejaran kreditur.
Aturan Hukum Hibah kepada Anak: Jangan Sampai Menjadi Sengketa Waris
Hibah tanah ke anak harus lewat Akta PPAT. Jika porsi hibah melanggar bagian mutlak anak lain (Legitieme Portie), hibah tersebut bisa dibatalkan.
Pisah Harta Setelah Menikah (Postnuptial Agreement): Prosedur dan Syaratnya
Anda bisa membuat perjanjian pisah harta meskipun sudah bertahun-tahun menikah, berkat putusan Mahkamah Konstitusi.
Pentingnya Akta Perjanjian Kawin (Prenuptial Agreement) Sebelum Menikah
Prenuptial agreement bukan tanda tidak cinta, melainkan pelindung finansial keluarga dari utang bisnis dan risiko kebangkrutan salah satu pihak.
Panduan Membuat Surat Wasiat (Testament) yang Sah di Mata Hukum
Surat wasiat harus dibuat dalam bentuk Akta Notaris agar sah dan memiliki kekuatan hukum pembuktian sempurna. Wasiat di bawah tangan sangat mudah dibantah di pengadilan.
Cara Membuat Akta Pembagian Harta Bersama (Gono-gini) Tanpa Sengketa
Pembagian harta gono-gini pasca perceraian wajib dituangkan dalam Akta Pembagian Harta Bersama di hadapan Notaris agar sah dan bisa dieksekusi.
Perbedaan SKHW Notaris, BHP, dan Kelurahan: Mana yang Anda Butuhkan?
Instansi pembuat SKHW bergantung pada golongan penduduk pewaris. WNI Pribumi di Kelurahan, Keturunan Tionghoa di Notaris, dan Timur Asing di Balai Harta Peninggalan (BHP).